Engagement Itu Lamaran atau Tunangan dalam Islam? Jangan Sampai Keliru!

Bingung soal engagement dalam Islam? Apakah sama dengan lamaran atau tunangan? Yuk, kita bahas santai biar kamu nggak salah paham! Eh, Pernah Dengar Istilah “Engagement”? Ini Lho Artinya dalam Islam!

Hai, kamu! Lagi rame nih istilah “engagement” di acara-acara pernikahan. Tapi, buat kita umat Islam, sebenernya “engagement” itu lebih deket ke lamaran atau tunangan sih? Biar nggak ketuker-tuker, yuk kita ngobrol santai!

Bedanya Lamaran dan Tunangan Itu Gimana Ya?

Sebelum ngomongin “engagement” dalam Islam, kita pahamin dulu yuk bedanya lamaran sama tunangan pada artikel sebelumnya ini sudah kita bahas. Soalnya, kadang suka bikin bingung nih!

Lamaran

Nah, kalau lamaran itu biasanya acara yang lebih resmi. Pihak cowok (atau keluarganya) datang ke rumah si cewek buat ngajuin maksud baik, yaitu pengen menikahi si cewek.

Biasanya di acara lamaran ini juga ada obrolan soal rencana pernikahan, kayak tanggal, mahar, dan lain-lain. Suasananya lebih kekeluargaan gitu deh.

Baca juga ; Propose Bukan Sekadar Melamar: Ini Makna Sebenarnya dalam Hubungan

Sewa TV LED untuk ACara Pernikahan dan Lamaran

Tunangan

Kalau tunangan, ini lebih ke ikatan janji antara si cowok dan si cewek untuk menikah di masa depan. Biasanya ditandai dengan tukar cincin.

Tunangan ini bisa jadi bagian dari prosesi lamaran, atau bisa juga dilakukan terpisah, bahkan sebelum acara lamaran resmi. Intinya, tunangan itu kayak “kita udah sepakat nih mau nikah, tinggal nunggu waktu yang tepat”.

Pahami juga ; Seserahan dalam Lamaran

Terus, “Engagement” Itu Lebih Mirip yang Mana dalam Islam?

Nah, sekarang balik lagi ke “engagement”. Kalau kita lihat dari definisinya, “engagement” itu lebih mirip ke tunangan dalam konteks Islam. Kenapa? Karena “engagement” itu kan artinya keterikatan atau pertunangan. Jadi, ini lebih fokus ke janji antara dua orang untuk menikah.

Dalam Islam, proses sebelum pernikahan yang dianjurkan itu ada beberapa tahap, salah satunya adalah khitbah.

Happy Engagement artinya

Ucapan “Happy Engagement” diucapkan sebagai bentuk selamat, sukacita, dan dukungan atas keputusan dan langkah yang diambil oleh pasangan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Ini adalah cara untuk:

  • Mengakui dan merayakan momen penting: Pertunangan adalah tonggak penting dalam hubungan asmara. Mengucapkan selamat menunjukkan bahwa Anda menghargai dan mengakui momen bahagia ini bagi mereka.
  • Menyampaikan kebahagiaan: Ucapan ini secara langsung menyampaikan rasa senang dan bahagia Anda atas kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan tersebut.
  • Memberikan dukungan: Mengucapkan selamat juga merupakan cara untuk menunjukkan dukungan Anda terhadap hubungan mereka dan rencana mereka untuk menikah.
  • Berbagi kebahagiaan: Ucapan selamat membantu menciptakan suasana positif dan berbagi kebahagiaan dengan pasangan dan orang-orang di sekitar mereka.
  • Mempererat hubungan: Ucapan tulus dapat mempererat hubungan Anda dengan pasangan yang bertunangan.

Siapa yang mengucapkan “Happy Engagement”?

Ucapan “Happy Engagement” dapat diucapkan oleh berbagai pihak, termasuk:

  • Keluarga: Orang tua, saudara kandung, kakek-nenek, paman, bibi, dan sepupu dari kedua belah pihak.
  • Teman: Teman dekat, sahabat, dan kenalan dari masing-masing individu maupun pasangan secara keseluruhan.
  • Rekan kerja: Teman sekantor atau kolega.
  • Kenalan: Tetangga, teman komunitas, atau orang lain yang mengenal pasangan tersebut.
  • Bahkan orang asing: Dalam beberapa situasi, orang yang baru bertemu pasangan yang bertunangan juga bisa mengucapkan selamat sebagai bentuk keramahan.

Intinya, siapapun yang merasa bahagia atas pertunangan pasangan tersebut dapat mengucapkan “Happy Engagement” sebagai bentuk ucapan selamat dan dukungan.

Tidak ada aturan baku mengenai siapa saja yang “wajib” mengucapkan, namun biasanya orang-orang terdekat dan yang memiliki hubungan baik dengan pasangan tersebut yang akan menyampaikan ucapan selamat ini.

Lamaran dulu atau tunangan dulu

Dalam konteks pernikahan, urutan antara lamaran dan tunangan bisa bervariasi tergantung pada tradisi keluarga dan budaya masing-masing.

Namun, jika kita melihat dari perspektif Islam, urutannya adalah lamaran (khitbah) terlebih dahulu, baru kemudian bisa dilanjutkan dengan tunangan (jika ada).

Berikut penjelasannya:

  • Lamaran (Khitbah): Dalam Islam, khitbah adalah proses resmi seorang pria meminta izin untuk menikahi seorang wanita kepada wanita tersebut atau walinya. Ini adalah langkah awal yang penting dan diakui dalam syariat Islam sebelum menuju pernikahan. Saat khitbah, pihak pria menyatakan niat baiknya dan pihak wanita (atau walinya) memberikan jawaban, apakah menerima atau menolak.
  • Tunangan: Istilah tunangan dalam konteks “engagement” yang sering kita dengar, terutama yang melibatkan tukar cincin, bukanlah istilah formal dalam syariat Islam. Tunangan lebih merupakan tanda atau pengumuman bahwa lamaran telah diterima dan kedua belah pihak memiliki janji untuk menikah. Tradisi tukar cincin sendiri tidak secara spesifik diatur dalam Islam, melainkan lebih merupakan tradisi budaya.
Sewa TV LED 50 inci untuk Acara Wedding

Jadi, urutan yang lebih sesuai dengan ajaran Islam adalah:

  1. Lamaran (Khitbah): Pihak pria datang secara baik-baik untuk melamar pihak wanita kepada dirinya atau walinya.
  2. Persetujuan: Jika lamaran diterima, maka keduanya sudah terikat janji untuk menikah. Inilah esensi dari “tunangan” dalam pengertian umum.
  3. Tunangan (sebagai tradisi): Setelah lamaran diterima, keluarga bisa mengadakan acara yang lebih seremonial seperti tukar cincin sebagai simbol dari kesepakatan tersebut. Namun, ini lebih bersifat budaya dan bukan merupakan bagian inti dari proses pernikahan dalam Islam.

Dalam Islam, lamaran (khitbah) adalah langkah awal yang utama dan mendahului adanya “tunangan” dalam pengertian ikatan janji untuk menikah. Acara tukar cincin atau perayaan tunangan bisa menyusul setelah lamaran diterima, tergantung pada kesepakatan dan tradisi keluarga.

Baca juga ; Panduan Lengkap MC Lamaran: Tugas, Tanggung Jawab, dan Tips Sukses

Kenalan Sama “Khitbah” dalam Islam, Mirip Nggak Sama “Engagement”?

Istilah yang lebih tepat dalam Islam untuk tahapan sebelum pernikahan adalah khitbah. Khitbah ini artinya meminang atau melamar. Jadi, khitbah lebih dekat ke konsep lamaran yang tadi kita bahas.

Saat khitbah, pihak laki-laki menyatakan keinginannya untuk menikahi seorang wanita kepada wanita tersebut atau walinya. Jika lamaran diterima, maka keduanya sudah terikat janji untuk menikah.

Baca juga ; Susunan Acara Lamaran Apa Saja

Jadi, “Engagement” yang Sering Kita Dengar Itu Lebih ke Tunangan, Bukan Lamaran Resmi dalam Islam

Meskipun istilah “engagement” sering dipakai dan merujuk pada momen tukar cincin atau pengumuman rencana pernikahan, dalam konteks ajaran Islam, tahapan ini lebih dekat dengan akibat dari diterimanya khitbah (lamaran).

Artinya, setelah lamaran diterima, pasangan tersebut dianggap sudah bertunangan dan memiliki janji untuk menikah.

Jadi, biar nggak bingung, anggap aja:

  • Khitbah itu proses melamar secara resmi sesuai ajaran Islam.
  • Engagement yang sering kita dengar, terutama yang pakai tukar cincin, itu lebih ke tanda atau pengumuman bahwa lamaran sudah diterima dan mereka sudah bertunangan.

Pentingnya Menjaga Etika Setelah “Engagement” (Tunangan)

Setelah “engagement” atau setelah khitbah diterima, penting banget buat kita sebagai umat Islam untuk tetap menjaga batasan-batasan. Meskipun sudah ada ikatan janji, keduanya belum sah menjadi suami istri. Jadi, pergaulan tetap harus sesuai dengan syariat Islam, ya!

Penutup

Nah, sekarang udah lebih jelas kan soal “engagement” dalam Islam? Intinya, istilah “engagement” yang sering kita dengar itu lebih mengarah ke pertunangan, yang merupakan akibat dari diterimanya khitbah (lamaran) dalam ajaran Islam.

Semoga artikel ini bikin kamu nggak bingung lagi ya! Jangan lupa, yang paling penting adalah mengikuti tuntunan agama dalam setiap langkah menuju pernikahan yang berkah.

Kalau sudah melalui kedua ini anda tinggal memilih mau melakukan intimate wedding atau resepsi, hanyalah pilihan semata.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *